Variasi

Variasi[sumber]

5-Line di Metro de Santiago (Chili) menggabungkan metro beroda karet dengan jalur di atas tanah.
Terowongan bawah tanah menjauhkan lalu litas dari jalanan umum, membuat lebih banyak tanah tersedia untuk bagunan dan penggunaan lain. DI wilayah dengan harga tanah yang tinggi dan wilayah yang padat, terowongan menjadi satu-satunya rute ekonomis untuk transportasi massal. Terowongan dangkal dibangun dengan menggali jalanan kota dan kemudian membagunnya kembali di atas terowongan; dengan alternatif adalah terowongan dalam dengan melakukan pengeboran untuk membuat terowongan di bawah batuan keras.[10]
Jalur rel di permukaan tanah hanya digunakan di luar wilayah padat, karena mereka harus membangun pagar yang menghalagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan melintasi jalur mereka. Metode pembangunan ini menjadi yang termurah, selama harga tanah masih murah. Metode ini sering digunakan untuk sistem baru di wilayah yang direncanakan akan mengalami pembangunan setelah jalur dibangun.[17]
Rel di atas tanah adalah jalan yang murah dan mudah untuk membangun jalur eksklusif tanpa harus membagun terowongan mahal atau membuat pagar pembatas. Sistem ini populer pada awal abad ke-20, tetapi kemudian ditinggalkan; kemudian menjadi populer kembali pada kuartal terakhir abad ke-20 yang sering dikombinasikan dengan sistem tanpa masinis, seperti Vancouver - SkyTrain, London - Docklands Light Railway[36] dan Bangkok Skytrain.[37]
Chicago Transit Authority menara kontrol 18 memandu Chicago 'L' arah utara ke selatan Jalur Ungu dan Jalur Coklat dengan persilangan arah barat ke timur Jalur Merah Muda dan Jalur Hijau dengan jalur lingkar Oyange di atas persimpangan jalan.
Sistem penggerak manusia merupakan sistem angkutan cepat yang melayani wilayah yang relatif kecil seperti wilayah bandar udara, distrik dalam kota, atau taman tema, dengan menjadi sistem independen maupun pengumpan bagi sistem transportasi lain. Mereka umumnya dioperasikan tanpa masinis dan umumnya di atas tanah. Monorel dibangun untuk digunakan sebagai angkutan cepat konvensional maupun sebagai penggerak manusia. Teknologi monorel terbukti sulit untuk dikomersialkan dan penggunannya sangat terbatas. Berlin M-Bahnmerupakan satu-satunya sistem angkutan cepat maglev yang beroperasi, tetapi akan ditutup.[38]
Sistem metro ringan sigunakan saat kecepatan dari angkutan cepat dibutuhkan, tetapi untuk jumlah penumpang yang lebih kecil. Umumnya digunakan kereta yang lebih kecil, dengan konfigurasi dua hingga empat gerbong, dengan freekuensi yang lebih rendah dan jarak antar stasiun yang lebih jarang. Metro ringan sering dibangun sebagai pengumpan untuk sistem angkutan cepat.[39] Beberapa sistem dibangun dari awal, yang lain merupakan pengembangan dari kereta komuter maupun jalur trem dalam kota, dan sering dilengkapi dengan bagian di bawah tanah maupun di atas tanah di wilayah padat.[8]

Variation

5-Line on the Metro de Santiago (Chile) combines rubber-wheeled metro with a lane on the ground.
Underground tunnels keep away litas from public roads, making more land available for buildings and other uses. IN areas with high land prices and densely populated areas, tunnels are the only economic route for mass transportation. Shallow tunnels are built by digging the streets of the city and then rebuilding them above the tunnels; alternatively, the tunnel is deep by drilling to make tunnels under hard rock. [10]
Railways at ground level are only used outside crowded areas, because they have to build a fence that blocks pedestrians and vehicle users from crossing their paths. This development method is the cheapest, as long as land prices are still cheap. This method is often used for new systems in the area that are planned to undergo construction after the path is built. [17]
Rail above the ground is a cheap and easy way to build exclusive lines without having to build expensive tunnels or make a fence. This system was popular at the beginning of the 20th century, but was later abandoned; later became popular again in the last quarter of the 20th century which was often combined with an unmanned system, such as Vancouver - SkyTrain, London - Docklands Light Railway [36] and Bangkok Skytrain. [37]

The Chicago Transit Authority control tower 18 guides Chicago 'L' north to south of the Purple Line and the Brown Line by crossing west to east the Pink Line and the Green Line with the Oyange ring line above the crossroads.
Human drive systems are fast transit systems that serve relatively small areas such as airport areas, inner city districts, or theme parks, by becoming independent systems as well as feeders for other transportation systems. They are generally operated without machinists and are generally on land. Monorails are built to be used as conventional fast transit as well as driving humans. Monorail technology has proven difficult to commercialize and its use is very limited. The Berlin M-Bahn is the only maglev fast transit system in operation, but will be closed. [38]
The lightweight metro system is used when the speed of fast transit is needed, but for smaller passenger numbers. Smaller trains are generally used, with configurations of two to four cars, with lower frequencies and less frequent distances between stations. Light Metro is often built as a feeder for the fast transit system. [39] Some systems are built from scratch, others are the development of commuter trains and tram lines in the city, and are often equipped with underground and above-ground parts in dense areas. [8]

0 #type=(blogger):

Post a Comment