Interkoneksi[sumber]
Sejak 1980an, tram telah memiliki beberapa fitur angkutan cepat: sistem angkutan ringan yang memiliki jalur tersendiri, sehingga menghindari kemacetan jalan raya; dengan ketinggian sama dengan bus dan mobil. Beberapa sistem rel ringan dibuat melayang atau bawah tanah. Sistem tram terbaru ini membuat kapasitas dan kecepatannya bisa meningkat, dan lebih murah daripada membangun angkutan cepat, terutama untuk kota kecil.[12]
Desain premetro artinya sistem angkutan cepat bawah tanah dibangun di pusat kota, dengan tram atau angkutan ringan di pinggiran kota. Kebalikannya, beberapa kota membangun angkutan cepat di pinggiran kota, dan membangkun tram atau angkutan ringan di dalam kota untuk menghemat biaya. Di Jerman, desain premetro dikenal dengan nama Stadtbahn.[32]
Kereta komuter pinggir kota adalah sistem kereta yang beroperasi dengan frekuensi lebih sedikit daripada angkutan cepat tengah kota, dengan kecepatan rata-rata lebih tinggi dan hanya berhenti pada satu stasiun di tiap desa/kota kecil. Kereta komuter di beberapa kota (seperti S-Bahn di Jerman, kereta Chennai, Australian cityrail, S-tog di Denmark, dll.) menyediakan transportasi massal antar kota sebagai sistem metro urban. Kebalikannya, di beberapa kota (seperti PATH di New York, Dubai Metro, Los Teques Metro, Tyne & Wear Metro, MetroSur, Madrid Metro, MRT Singapura, Taipei Metro, Kuala Lumpur RapidKL Light Rail Transit), sistem angkutan cepat mencabang sampai pinggiran kota terdekat.
Beberapa kota memiliki campuran keduanya, dengan 2 macam angkutan cepat: dalam kota (seperti Paris Métro, Berlin U-Bahn, London Underground) dan pinggiran kota dengan frekuensi lebih kecil (RER, S-Bahn, Crossrail). Kereta pinggir kota ini memiliki jalur tersendiri dan frekuensinya sering, tetapi beroperasinya seperti kereta komuter. Di beberapa kota, jaringan kereta nasional melewati terowongan di pusat kota; sehingga dengan peron sama, kereta komuter ini terhubung langsung dengan angkutan cepat.[48][49] Sistem BART di California merupakan gabungan keduanya: di pinggiran kota, berfungsi seperti kereta komuter, dengan rangkaian kereta lebih panjang, interval lebih panjang, dan jarak antar stasiun jauh; sedangkan dalam kota San Francisco, banyak jalur bergabung dan interval juga makin sering dengan jarak antar stasiun makin dekat.
Interconnection
Since the 1980s, tram has several features of fast transit: a light transport system that has its own lane, thus avoiding road congestion; with height equal to bus and car. Some light rail systems are made to float or underground. This latest tram system makes its capacity and speed increase, and cheaper than building fast transport, especially for small cities. [12]
Premetro design means an underground fast transit system built in the city center, with trams or light transport on the outskirts of the city. On the contrary, some cities build fast transit on the outskirts of the city, and build trams or light transport within the city to save costs. In Germany, the premetro design was known as the Stadtbahn. [32]
The suburban commuter train is a train system that operates with less frequency than the city center fast transit, with higher average speeds and only stops at one station in each village / small town. Commuter trains in several cities (such as S-Bahn in Germany, Chennai trains, Australian cityrail, S-tog in Denmark, etc.) provide intercity mass transportation as an urban metro system. In contrast, in some cities (such as PATH in New York, Dubai Metro, Los Teques Metro, Tyne & Wear Metro, MetroSur, Madrid Metro, Singapore MRT, Taipei Metro, Kuala Lumpur RapidKL Light Rail Transit), the rapid transit system splits to the suburbs closest.
Some cities have a mixture of both, with 2 types of fast transport: in cities (such as the Paris Métro, Berlin U-Bahn, London Underground) and suburbs with smaller frequencies (RER, S-Bahn, Crossrail). The suburban train has its own lane and frequency often, but operates like a commuter train. In some cities, the national train network goes through tunnels in the city center; so with the same platform, this commuter train is directly connected to fast transit. [48] [49] The BART system in California is a combination of both: on the outskirts of the city, it functions like a commuter train, with a longer series of trains, longer intervals, and distances between distant stations; while in the city of San Francisco, many lines join and intervals are also increasingly frequent with the distance between stations getting closer.







0 #type=(blogger):
Post a Comment