Angkutan Cepat

Angkutan cepat


MRT Jakarta merupakan angkutan cepat yang beroperasi di Indonesia

New York City Subway adalah sistem angkutan cepat terbesar dunia dari panjang jalur dan jumlah stasiun.

Interior dari kereta Helsinki Metro

Moscow Metro adalah salah satu sistem metro tersibuk di dunia dan tersibuk di Eropa.
Sistem Angkutan cepatkereta bawah tanah, atau metro (bahasa InggrisRapid transit) adalah sebuah jalur rel penumpang listrik di wilayah dalam kota dengan kapasitas dan frekuensi yang tinggi, dan pemisahan jalur dari sistem transportasi lainnya.[1][2] Sistem angkutan cepat umumnhya ditempatkan di terowongan bawah tanah atau rel melayang yang berada di atas tanah. Di luar wilayah perkotaan, jalur angkutan cepat mungkin dibuka di permukaan tanah dengan jalur terpisah.
Layanan dalam sistem angkutan cepat disediakan dalam jalur khusus antara stasiun angkutan cepat menggunakan kereta rel listrikdalam sebuah rel, meskipun beberapa sistem menggunakan roda karet pemandu, penggerak magnetik, atau monorel. Umumnya sistem ini terintegrasi dengan transportasi publik lainnya dan seringkali dioperasikan oleh otoritas transportasi publik yang sama. Angkutan cepat memiliki kapasitas yang lebih besar dan lebih cepat dibandingkan dengan trem atau kereta api ringan, tetapi tidak secepat dan sejauh kereta api komuter. Sistem ini masih belum terkalahkan dalam kemampuan mengangkut sejumlah besar orang secara cepat dalam jarak yang pendek dengan sedikit tanah yang digunakan. Variasi dari angkutan cepat meliputi penggerak manusia, metro ringan skala kecil, dan hibrida kereta api komuter S-Bahn.
Sistem angkutan cepat pertama adalah London Underground, yang dibuka pada tahun 1863. Teknologi ini secara cepat menyebar pe kota lain di Eropa, dan kemudian ke Amerika Serikat di mana sistem rel udara diaplikasikan. Saat pertama kali sistem ini menggunakan lokomotif uap, yang kemudian beralih menjadi sitem elektrik. Sejak saat itu pertumbuhan terbesar terjadi di Asia dan mulai menggunakan sistem tanpa pengemudi. Lebih dari 160 telah mengaplikasikan sistem angkutan cepat, dengan total lebih dari 8.000 km (4.900 mil) rel dan 7.000 stasiun. Dua puluh lima kota sedang melakukan pembangunan sistem ini.
Sistem metro terbesar di dunia dalam hal panjang jalur dan jumlah stasiun adalah New York City Subway, tetapi jika dilihat dari panjang seluruh jalur yang terbesar adalah London Underground dan angkutan cepat di Shanghai.[3] Sistem metro tersibuk di dunia dalam hal jumlah penumpang harian dan tahunan adalah Tokyo Metro dan Metro di Moskwa.


Fast transportation

Skip to Jump navigation to search  MRT Jakarta is a fast transit operating in Indonesia New York City Subway is the world's largest fast transit system of track length and number of stations. Interior of the Helsinki Metro train Moscow Metro is one of the busiest metro systems in the world and busiest in Europe. Fast transport systems, subways or metro (English: Rapid transit) are electric passenger rail lines in areas within cities with high capacity and frequency, and separation of lines from other transportation systems. [1] [2] The general transit system is placed in underground tunnels or floating rails that are above the ground. Outside of urban areas, fast transit lines may be opened at ground level with separate lanes. Services in fast transit systems are provided on special lines between fast transit stations using electric rail in a rail, although some systems use guide rubber wheels, magnetic drives, or monorails. Generally this system is integrated with other public transportation and is often operated by the same public transportation authority. Fast transport has a greater capacity and faster than a tram or light rail, but not as fast and as far as a commuter train. This system is still unbeatable in its ability to transport large numbers of people quickly in short distances with little land used. Variations of fast transit include human movers, small-scale lightweight metro, and hybrid S-Bahn commuter trains.
The first rapid transit system was the London Underground, which opened in 1863. This technology quickly spread to other cities in Europe, and then to the United States where air rail systems were applied. The first time this system used a steam locomotive, which then turned into an electric system. Since then the biggest growth occurred in Asia and began using a system without a driver. More than 160 have applied the fast transit system, with a total of more than 8,000 km (4,900 miles) of rail and 7,000 stations. Twenty-five cities are building this system.
The largest metro system in the world in terms of lane length and number of stations is the New York City Subway, but when viewed from the length of the entire largest lane is the London Underground and fast transit in Shanghai. [3] The busiest metro system in the world in terms of daily and annual passenger numbers is the Tokyo Metro and Metro in Moscow.

0 #type=(blogger):

Post a Comment